0

Kost / kostan nyaman area Pulomas ^_^

Posted by JIMBOSTRUGGLE on 5:05 AM in , , , , , , , ,

Disediakan kost untuk karyawati/mahasiswi.


Jumlah kamar tersedia: 6

Peruntukan status

Karyawati
Mahasiswi
Pasangan Suami Istri = negotiable


Fasilitas:
-Springbed.
-Kamar mandi dalam & Kamar mandi luar (shower).
-Lemari.
-Cuci+setrika pakaian.
-Air minum.
-Dekat RS omni ,Indomaret ,alfamart,ATM.
-Dekat kampus Jayabaya,trisakti,UNJ,STEI,ASMI.
-Lokasi strategis.
-Dekat dengan pusat perbelanjaan (mall kelapa gading,ITC cempaka mas & arion mall)
-Harga termasuk listrik


Harga: 700rb / bln












Lokasi : jalan Batu topas .Pulomas.jakarta timur.

Alamat

Jl batu topas no 45 jakarta timur.pulomas.



Untuk lebih lanjut hubungi ibu Dewi : 08568376620


Ketersediaan Kamar Silahkan hubungi pemilik kost atau kunjungi lokasi
ayoo tunggu apalagi. ^_^ sebelum penuh.

0

soft skill 3

Posted by JIMBOSTRUGGLE on 11:50 PM
Tawuran adalah istilah yang sering digunakan masyarakat Indonesia, khususnya di kota-kota besar sebagai perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat. Sebab tawuran ada beragam, mulai dari hal sepele sampai hal-hal serius yang menjurus pada tindakan bentrok.

biasanya terjadi karna hal-hal yang kecil dan karena emosi yang memuncak yang tidak disertai dengan akal logika yang sehat maka terjadilah tawuran antar warga. Tawuran yang terjadi biasanya bersifat berlanjut (*kontinyu) terus menerus sampai pihak kepolisian melakukan tindakan represif terhadap kedua belah pihak yang bertikai.
Contoh tawuran yang bersifat kontinyu adalah tawuran di beberapa wilayah jakarta seperti matraman, tanah tinggi, johar baru, dll. Tawuran-tawuran pada daerah tersebut sudah berlangsung lama dan turun temurun. Hal ini bisa terjadi hanya karena hal-hal sepele seperti bersenggolan, pemalakan, berdebat, dll.

faktor yang mempengaruhi tawuran di wilayah-wilayah tersebut misalnya :

1. Kondisi ekonomi yang buruk. Dengan kondisi ekonomi yang sulit biasanya manusia / masyarakat akan cendrung mudah tersinggung, mudah marah, dll. Hal ini tentunya dapat mempermudah terjadinya keributan.
2. Persaudaraan yang terlalu kuat. Persaudaraan yang kuat sebenarnya adalah hal positif, namun akan menjadi negatif apabila tidak disertai dengan akal pikiran yang baik. Misalnya dua orang teman yang sangat dekat, apabila salah satu teman nya di senggol oleh orang lain, maka teman yang satunya akan langsung marah dan membalas, hal ini tentunya tidak diperlukan karna ada banyak faktor yang bisa menyebabkan orang bersenggolan (*mungkin karena tidak disengaja)
3. Kaum ekstrimis. Semua yang bersifat ekstrim/fanatik tentunya tidaklah baik, biasanya apabila seorang manusia sudah memiliki paham ekstrimis dan fanatik akal pikirannya sudah tidak digunakan lagi. Sehingga apabila sesuatu terjadi yang menyinggung kaumnya maka bentrokan akan mudah pecah

Faktor-faktor diatas hanyalah sebagian kecil saja, ada lebih banyak lagi faktor yang dapat menyebabkan tawuran terjadi.

Apabila ada faktor penyebab pasti ada pula solusi penyelesaiannya. Penyelesaian tanpa cara represif tentunya banyak caranya. misalnya :

1. Pembuatan pos polisi yang berfungsi untuk menjaga daerah tersebut dari tindakan-tindakan yang dapat menyebabkan tawuran. Pembuatan pos polisi dan polisi yang selalu berjaga di tempat tersebut sudah di terapkan di daerah tanah tinggi, dan hal ini terbukti mampu mengurangi tindak tawuran yang kerap terjadi pada zaman dahulu.
2. Dibuatnya sebuah lembaga sosial. Pembuatan lembaga sosial dapat berupa Karang Taruna, atau lembaga sosial lainnya yang berfungsi sebagai tempat bertemunya orang-orang dari kedua belah pihak untuk saling berbicara, menjalin hubungan sosial, mengadakan kegiatan positif, dll.
3. Digunakan pihak ketiga sebagai mediator apabila terjadi sengketa. Pihak ketiga bisa berupa ulama yang berpengaruh, polisi, atau aparat yang berwenang.

Itu semua hanyalah sebagian dari solusi yang coba di buat, solusi yang paling efektif sebenarnya adalah kontrol dari masing-masing individu pada daerah tersebut, agar tidak mudah terpancing emosi dan menyebabkan permusuhan antara kedua belah pihak.

0

Tugas soft skill kedua

Posted by JIMBOSTRUGGLE on 12:08 PM
Unjuk rasa atau demonstrasi ("demo") adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok.
Unjuk rasa umumnya dilakukan oleh kelompok mahasiswa yang menentang kebijakan pemerintah, atau para buruh yang tidak puas dengan perlakuan majikannya. Namun unjuk rasa juga dilakukan oleh kelompok-kelompok lainnya dengan tujuan lainnya.
Unjuk rasa kadang dapat menyebabkan pengrusakan terhadap benda-benda. Hal ini dapat terjadi akibat keinginan menunjukkan pendapat para pengunjuk rasa yang berlebihan.

Contoh unjuk rasa yang terjadi akhir-akhir ini adalah unjuk rasa mahasiswa di depan gedung KPK jakarta yang berakhir ricuh, dalam kericuhan tersebut mahasiswa melawan polisi yang berusaha menghentikan aksi mahasiswa melakukan pembakaran spanduk. Upaya pemadaman pembakaran spanduk oleh polisi dihalangi sejumlah mahasiswa yang mencoba melawan saat aksi mereka dibubar paksakan.
Unjukrasa mahasiswa di depan gedung KPK berisikan tuntutan penuntasan sejumlah kasus korupsi di pemerintah kota Bandung, dalam aksinya mahasiswa juga menuding walikota bandung Dada Rosada terlibat kasus korupsi dana bantuan sosia senilai Rp. 40.000.000.000 (*empat puluh milyar rupiah) serta kasus korupsi dana hibah PMI Bandung senilai Rp. 5.800.000.000 (*lima milyar delapan ratus juta rupiah).

Dalam contoh diatas mahasiswa tidak seharusnya berlaku demikian dengan membakar spanduk. Mahasiswa sebagai icon individu yang intelek seharusnya berlaku baik sebagai contoh masyarakat indonesia yang intelek. Menyuarakan pikiran rakyat (*mewakili) memang harus dilakukan oleh mahasiswa untuk meminimalisir penyelewengan yang terjadi di elit politik kita, dalam hal ini mahasiswa berlaku sebagai kontrol kekuasaan elit politik indonesia, apabila sesuatu terjadi tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku maka menjadi sebuah kewajiban kita sebagai mahasiswa menyuarakan pendapatnya.
Namun perlu di ingat, setiap orasi yang dilakukan oleh mahasiswa diharapkan tidak melalui jalan tindakan anarkis, karena tentunya tindakan anarkis tidak akan menyelesaikan masalah, walau terkadang ada pihak-pihak yang melakukan provokasi, mahasiswa diharapkan tetap berkepala dingin dalam menyikapi masalah provokasi tersebut.